Minggu, 03 Agustus 2008

Buku Murah, Malah Jadi Mahal

Pemerintah telah berusaha menyediakan buku murah lewat internet. Ya, sepertinya ini menjadi terobosan yang sangat baik, karena semua orang (guru) bisa mengakses dan mencetak sebagai bahan ajar. Masalahnya tidak semua guru bisa ngenet. Tidak semua sekolah punya jaringan internet. Jutaan pelajar di negeri ini memegang komputer saja belum pernah. Apalagi internetan.
Sebetulnya kalau dihitung secara finansial, jatuhnya harga ternyata lebih mahal. Biaya rental internet selama lebih kurang 2 jam sekitar 6 ribu. Apalagi kalau downloadnya lama bisa-bisa 3 jam. Biaya nge-print habis 9 ribuan. Jadi kalau ditotal masih sama harganya dengan buku yang dijual dipasaran.
Saya pikir Pemerintah harus lebih realistis dalam menyelesaikan masalah perbukuan ini. Pemerintah tidak boleh 'medit' (pelit) dalam hal mencerdaskan generasi bangsa. Kalau pilihan gubernur habis ratusan milyar, mengapa beli buku dan dibagikan gratis pada murid tidak bisa? Kalau standar penilaian di SMP pada 4 mata pelajaran (Bahasa Indonesia, MTK, Bahasa Inggris dan IPA), mengapa tidak buku-buku itu saja yang dibagikan gratis pada setiap siswa. Yang menjadi pertanyaan adalah pemerintah serius tidak membantu mencerdaskan generasi muda ini? Menyediakan buku gratis saja tidak mampu. Memalukan.

Tidak ada komentar: