Jumat, 15 Agustus 2008

MENGAPA GURU BERPRESTASI TIDAK DIPERHATIKAN?

Setiap tanggal 17 Agustus, seluruh pejabat di Kabupaten Lamongan dapat kehormatan untuk ikut upacara hari kemerdekaan. Setiap tanggal 26 Mei, Lamoongan mengadakan upacara HUT Lamongan.
Tetapi seperti tahun-tahun yang lalu, perwakilan guru berprestasi tidak ada yang diundang untuk duduk di bangku kehormatan. Guru berprestasi atau guru teladan tidak pernah dianggap berjasa di kabupaten yang sedang maju-majunya ini. Guru-guru teladan ini harus puas dengan selembar piagam yang ditandatangani bupati tetapi tidak laku untuk pengajuan angka kredit (PAK). Atau cukup puas karena bisa dijadikan poin untuk menjadi kepala sekolah. Kita harus bangga, NUN rata-rata tertinggi dicapai oleh Lamongan. Seluruh peserta ujian lulus100 % kecuali yang meninggal dunia. Tetapi guru tetap tidak ada artinya atau tidak pernah dianggap dalam momen bersejarah ini di kabupaten tercinta ini. Bukankan untuk jadi pejabat, harus lulus dari sekolah dulu. Lulus sekolah harus dapat ilmu dari guru. Lah ini setelah jadi pejabat, lupa pada jasa guru. kalau yang berprestasi lainnya diumumkan dan diundang, mengapa guru tidak?

Tidak ada komentar: